Kamis, 30 Mei 2013

--



Entah apa yang membuatku terbaring lemas sambil menatap langit malam tanpa memikirkan apapun. Malam ini, bintang-bintang senantiasa menemaniku di atas langit. Sinar bulan itu juga tak kunjung meredupkan cahayanya. Namun, itu tidak cukup bagiku. Jutaan bintang, serta cahaya bulan, tidak ada artinya bagiku.
 Aku menghela napasku pelan. Berusaha menenangkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tetapi aku tidak bisa. Aku tak bisa walaupun aku ingin. Seharian ini, ototku menegang. Semuanya buram. Kesadaranku lenyap. Aku tak bisa fokus pada apapun, kecuali dia. Dirinya.
            Sebuah pengharapan bodoh yang membuatku jatuh pada lubang sedalam ini.  Sudah kuperingkatkan pada diriku sebelumnya, jangan pernah harapkan itu akan terjadi. Tetapi, aku masih melakukannya. Aku masih berharap hal itu akan terjadi.

            Tahun ini jauh lebih buruk daripada tahun kemarin.

            Tahun ini, ia jauh di sana. Sebesar apapun rasa rinduku, aku tak bisa melihatnya untuk meredakan perasaan ini. Tetapi tahun kemarin, aku masih bisa melihatnya. Kau masih dekat, dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Walau kau tidak mengatakan kata-kata itu. Selamat ulang tahun.
            Dia tak pernah mengatakan apapun. Dia tidak pernah berjanji padaku untuk mengatakannya. Akulah si bodoh yang tetap menanti. Selama ini aku tidak sadar, aku telah jatuh cinta pada imajinasiku sendiri. Dia sempurna di dunia imajinasiku. Ia mengatakannya, bahkan ia memelukku. Ia memberiku segalanya yang aku inginkan.

            Tapi, itu tidak nyata. Dan tidak akan pernah menjadi kenyataan.

            Satu menit lagi semuanya akan berakhir. Umurku berganti, tanggal berganti. Kecuali aku. Aku masih di sini. Menunggu dia mengucapkan kata-kata itu, yang seharusnya ia katakan 24 jam yang lalu.

            Aku masih menunggu.

1 komentar: