Entah apa yang membuatku terbaring lemas sambil menatap
langit malam tanpa memikirkan apapun. Malam ini, bintang-bintang senantiasa
menemaniku di atas langit. Sinar bulan itu juga tak kunjung meredupkan
cahayanya. Namun, itu tidak cukup bagiku. Jutaan bintang, serta cahaya bulan,
tidak ada artinya bagiku.
Aku menghela napasku pelan. Berusaha
menenangkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tetapi aku tidak bisa.
Aku tak bisa walaupun aku ingin. Seharian ini, ototku menegang. Semuanya buram.
Kesadaranku lenyap. Aku tak bisa fokus pada apapun, kecuali dia. Dirinya.
Sebuah
pengharapan bodoh yang membuatku jatuh pada lubang sedalam ini. Sudah kuperingkatkan pada diriku sebelumnya, jangan pernah harapkan itu akan terjadi.
Tetapi, aku masih melakukannya. Aku masih berharap hal itu akan terjadi.
Tahun ini
jauh lebih buruk daripada tahun kemarin.
Tahun ini,
ia jauh di sana. Sebesar apapun rasa rinduku, aku tak bisa melihatnya untuk
meredakan perasaan ini. Tetapi tahun kemarin, aku masih bisa melihatnya. Kau
masih dekat, dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Walau kau tidak mengatakan
kata-kata itu. Selamat ulang tahun.
Dia tak
pernah mengatakan apapun. Dia tidak pernah berjanji padaku untuk mengatakannya.
Akulah si bodoh yang tetap menanti. Selama ini aku tidak sadar, aku telah jatuh
cinta pada imajinasiku sendiri. Dia sempurna di dunia imajinasiku. Ia
mengatakannya, bahkan ia memelukku. Ia memberiku segalanya yang aku inginkan.
Tapi, itu
tidak nyata. Dan tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Satu menit
lagi semuanya akan berakhir. Umurku berganti, tanggal berganti. Kecuali aku.
Aku masih di sini. Menunggu dia mengucapkan kata-kata itu, yang seharusnya ia
katakan 24 jam yang lalu.
Aku masih
menunggu.
شركة الرها لمكافحة الحشرات بالقطيف
BalasHapusشركة مكافحة بق الفراش بالخفجى