Begin
Again
Aku
melangkahkan kaki memasuki pekarangan sekolah ini. Sudah begitu lama aku tidak
kembali ke tempat ini. Sudah begitu lama aku tidak mengamati daun-daun yang
sudah berguguran ini. Sudah begitu lama pula, aku tidak bertemu dirimu. Mereka
bilang kau akan datang. Ya, hari ini. Itu berarti kita akan bertemu. Aku bisa
melihatmu.
Aku
tidak pernah memikirkanmu selama setahun kebelakangan ini. Aku berusaha untuk
menghindari dirimu. Aku berusaha untuk tetap menyembunyikan semua kenangan itu
diam-diam. Aku berusaha untuk menyerah. Aku berusaha untuk tidak akan berharap
lagi. Dan aku berhasil. Aku melupakanmu. Ya, dirimu.
Tapi
tidak untuk pagi ini. Temanku bilang kau akan datang. Dan seketika, kenangan
itu meluncur begitu saja dari kotak persembunyiannya. Menyebar segala kenangan
ke pikiran, otak dan hatiku. Tentang dirimu, tentang kau dan aku, tentang kita.
Aku tidak bisa merasakan apapun selain rasa rindu. Aku rindu kepada segalanya.
Tentang semuanya yang pernah terjadi. Tentang kau dan aku. Aku merindukanmu.
Semua
teman-temanku sudah datang. Kita bercengkrama sambil bernostalgia akan masa
lalu. Mengingat-ingat hal-hal mengesankan yang pernah terjadi. Tetapi, semuanya
belum lengkap tanpamu. Kau belum datang. Kau belum ada di sini. Dan aku hanya
harus melakukan satu hal. Menunggu.
Satu
persatu temanku sudah beranjak pergi. Tetapi, kau belum juga muncul. Apa kau
tidak akan datang? Apa memang aku yang terlalu berharap? Ya, aku memang
berharap. Aku memohon untuk sekali saja, hari ini saja, aku bisa bertemu
denganmu. Melihat bagaimana wajahmu kini. Melihat kedua bola matamu yang dulu
sering ku amati. Tuhan, beri aku kesempatan, sekali saja....
Dari
kejauhan aku melihat sosokmu berjalan mendekat. Dan kau semakin dekat. Aku
merasa kegelisahan yang aku rasakan sudah hilang, di gantikan oleh kegembiraan.
Kau tersenyum sambil menatapku. Aku hanya terdiam kaku sembari menatap wajahmu
yang semakin dekat.
"Hai,
apa kabar?"
Suaramu,
tatapanmu, segalanya tentangmu yang kini sedang berdiri tepat di hadapanku. Kau
membuatku menyadari bahwa segalanya belum berubah. Semua perasaan dan angan
tentangmu. Kau masih yang teristimewa untukku. Dan akan selalu begitu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar