Selasa, 27 November 2012

Begin Again



Begin Again


Aku melangkahkan kaki memasuki pekarangan sekolah ini. Sudah begitu lama aku tidak kembali ke tempat ini. Sudah begitu lama aku tidak mengamati daun-daun yang sudah berguguran ini. Sudah begitu lama pula, aku tidak bertemu dirimu. Mereka bilang kau akan datang. Ya, hari ini. Itu berarti kita akan bertemu. Aku bisa melihatmu.
Aku tidak pernah memikirkanmu selama setahun kebelakangan ini. Aku berusaha untuk menghindari dirimu. Aku berusaha untuk tetap menyembunyikan semua kenangan itu diam-diam. Aku berusaha untuk menyerah. Aku berusaha untuk tidak akan berharap lagi. Dan aku berhasil. Aku melupakanmu. Ya, dirimu.
Tapi tidak untuk pagi ini. Temanku bilang kau akan datang. Dan seketika, kenangan itu meluncur begitu saja dari kotak persembunyiannya. Menyebar segala kenangan ke pikiran, otak dan hatiku. Tentang dirimu, tentang kau dan aku, tentang kita. Aku tidak bisa merasakan apapun selain rasa rindu. Aku rindu kepada segalanya. Tentang semuanya yang pernah terjadi. Tentang kau dan aku. Aku merindukanmu.
Semua teman-temanku sudah datang. Kita bercengkrama sambil bernostalgia akan masa lalu. Mengingat-ingat hal-hal mengesankan yang pernah terjadi. Tetapi, semuanya belum lengkap tanpamu. Kau belum datang. Kau belum ada di sini. Dan aku hanya harus melakukan satu hal. Menunggu.
Satu persatu temanku sudah beranjak pergi. Tetapi, kau belum juga muncul. Apa kau tidak akan datang? Apa memang aku yang terlalu berharap? Ya, aku memang berharap. Aku memohon untuk sekali saja, hari ini saja, aku bisa bertemu denganmu. Melihat bagaimana wajahmu kini. Melihat kedua bola matamu yang dulu sering ku amati. Tuhan, beri aku kesempatan, sekali saja....
Dari kejauhan aku melihat sosokmu berjalan mendekat. Dan kau semakin dekat. Aku merasa kegelisahan yang aku rasakan sudah hilang, di gantikan oleh kegembiraan. Kau tersenyum sambil menatapku. Aku hanya terdiam kaku sembari menatap wajahmu yang semakin dekat.
"Hai, apa kabar?"
Suaramu, tatapanmu, segalanya tentangmu yang kini sedang berdiri tepat di hadapanku. Kau membuatku menyadari bahwa segalanya belum berubah. Semua perasaan dan angan tentangmu. Kau masih yang teristimewa untukku. Dan akan selalu begitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar