“Emang mau kemana, sih?” Ia terus mengulurkan
tangannya, namun aku masih terus bertanya-tanya.
“Do you trust me?” ujarnya, sambil
tersenyum padaku. Aku segera meraih tangannya, seakan-akan senyumannya mengubah
segalanya.
Kami
menuju pantai. Entah mengapa ia mengajakku ke sini. Mungkin karena ia tahu aku
sangat menyukai pantai. Kami duduk di pinggir pantai sampai matahari tenggelam.
Ia selalu bisa membuatku merasa tenang, bahkan di hari-hari terburuk dalam
hidupku, seperti hari ini. Ia membuat segalanya menjadi lebih baik.
Aku
menatap wajahnya. Ia sahabatku, dan aku mau selamanya tetap begitu. Ia
menatapku balik dan tersenyum. Saat itu aku tahu, ialah yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar