Rabu, 19 September 2012

Review: Truth or dare


Title: Truth or dare
Author: Winna Efendi & Yoana Efendi
Publisher: Gagas Media

LONG TIME NO SEE
Suaramu seperti embusan udara segar saat terdengar di gagang telepon. Apa kabarmu, Teman? Semoga waktu memperlakukanmu dengan baik. Oh ya, tentu saja aku juga kangen padamu. Bahkan sampai detik ini, kau selalu ada di speed dial handphone-ku—dan juga hatiku.

MISS YOU LIKE CRAZY
Banyak yang ingin aku ceritakan padamu saat bertemu nanti. Tentang teriknya matahari, tentang indahnya rembulan. Tentang ceritaku yang terjadi di antaranya.

WISH YOU WERE HERE
Tahukah kamu, sampai kau kembali lagi, akan selalu ada dua kursi di teras rumahku? Dan setiap sore, aku duduk di sana, membaca buku dan menunggu. Aku ingin, saat kau datang nanti, akulah orang yang pertama kali kau temui. Yang berlari ke arahmu sambil memekik senang. Menjadi orang pertama yang akan memberimu pelukan selamat datang....


***
 "Those who bring sunshine to the lives of others cannot keep it from themselves." - James M. Barrie

Semuanya dimulai dengan seorang gadis remaja bernama Alice. Alice adalah seorang gadis sederhana dan biasa. Ia juga menyukai pelajaran sejarah. "The thing is, everything and everyone is a part of history." Alice lebih suka menyendiri daripadi hadir di keramaian. Gadis yang menderita disleksia (penyakit yang berkaitan dengan salah satu fungsi otak) sehingga menyebabkan Alice sulit mencerna informasi. Dan karena itu pula ia tidak mempunyai banyak teman di sekolahnya, bahkan ia sering diperolok oleh teman-temannya.

Dan Catherine, gadis yang sifatnya berbeda dengan Alice, datang membela Alice saat ia diperolok. Mereka pun bersahabat. Catherine mempunya sifat yang sangat berbeda dengan Alice, Cat lebih popular dan pintar. Banyak yang masih tak percaya bahwa mereka bersahabat. 

Lalu, lelaki berkacamata itu datang, Julian. Julian masuk ke dalam lingkaran persahabatan Alice dan Cat. Dan, semuanya berubah saat cinta itu datang ke perasaan mereka masing-masing.

My stars: 5 of 5 stars

Baca cerita selengkapnya di Truth or dare.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar