Actually, gue buka laptop niat mau nerusin novel. Tapi ya gatau kenapa tiba-tiba ide seret semua. Pikiran kosong. Jiwa melayang. Eh kok jadi gitu-____- gadeng, pokoknua tiba-tiba pikiran gue nge stuck gitu. Btw, minta supportnya ya supaya novel gue cepet jadi dan gue kirim ke penerbit, trs di terbitin, trs gue dapet duit, terus duitnya buat gue beli kebabnya bang jay sama teh poci susu. Oke, ga nyambung.
Daripada bingung-bingung mau ngapain mendingan gue share tentang prolog novel (gembel) gue yang gajelas juga artinya apa dan jujur tuh prolog dikit banget-_-" Tapi prolog ini BELUM permanen, artinya bisa gue rubah sewaktu-waktu *aseekk*. Check it out!
****
Aku menatapnya.
Aku melihat wajahnya.
Aku melihat senyumnya.
Kau melihatku dengan sorotan mata terindahmu. Ya, selalu begitu.
Kau tersenyum kepadaku dengan senyum termanismu yang selalu membuatku lemas.
Entah sejak kapan aku mulai merasa seperti ini.
Entah sejak kapan aku mulai merasa nyaman berada di dekatmu.
Entah sejak kapan aku senang melihat senyumanmu.
Entah sejak kapan aku berpikir seperti ini.
Yang jelas, hanya stau harapanku yang aku tahu tidak akan pernah bisa terwujud….
You and I forever.
***
Bye.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar