KENANGAN TERINDAH
Hari ini adalah hari Perpisahan Sekolah. Aku sangat sedih karena harus berpisah dengan teman-teman SD ku, tapi kecuali sahabatku , Riko.Katanya, Riko mau satu SMP denganku. Riko adalah sahabatku dari Play Group. Saat SD aku selalu sekelas dengan dia dan sebangku kecuali kelas 2 dan 4.Orang tua Riko juga teman orang tuaku. Namaku Siva Vanissa. Aku mempunyai adik perempuan bernama Cika.
Aku bersiap untuk ke tempat perpisahan sekolah di Taman Kota dengan mama dan Papa serta Cika. Setelah sampai , aku langsung beranjak dari mobilku dan berlari menemui teman-temanku tapi aku tidak melihat Riko. Ternyata Riko juga baru datang bersama orang tuanya. Aku langsung menemui Riko. “Riko … aku cariin juga … taunya baru datang !”, tanya ku. “Maaf tadi macet, kita ke sana yuk”, kata Riko langsung meninggalkanku. Aku lihat Riko beda dia tidak cerah seperti biasanya, dan dia agak beda denganku. Aku langsung lari ke arah Vania. “Van, kok Rio agak beda ya denganku, kenapa ya?”, tanyaku kepada Vania temanku. “Setiap hari juga begitu kali !”, ujar Vania. “Kamu enak ya bisa satu SMP sama Riko , gak kaya aku mau pindah ke Bogor !”kata Vania. “Ya manakutahu ? orang Riko yang mau !”, balasku.
“Anak-Anak … ayo kumpul di depan panggung !”, kata pembawa acara. Aku pun langsung lari menuju panggung. Tapi anehnya, kenapa Riko menjauh dariku ya !?. “Anak-anak hari ini adalah hari perpisahan kelas 6 kita akan mengumumkan peringkat dan menampilkan acara-acara yang seru !”, kata pembawa acara . Setelah di panggil satu-satu dari rangking 10 -1 ternyata aku rangking 2 dan Riko rangking 1. Riko memang anak yang rajin belajar dia sering belajar denganku. Setelah itu acara pentas seni , aku menampilkan nyanyian sambil bermain piano. Aku memang suka bermain piano. Tetapi entah kenapa, Riko tidak tampil, biasanya di acara pentas seni kelas 1- kelas 5 Riko selalu tampil dengan bernyanyi bersamaku, aku bermain piano dan dia bermain gitar. “Sungguh, mengapa Riko berubah ?”, tanyaku pada diri sendiri dalam hati.
“Siv, ayo kemari nak?”, kata mama memanggilku. “Ada apa mah ?”, tanyaku pada mama. “nanti setelah pulang kita ke Toko Souvenir dulu ya?”, kata mama. “Memang kenapa?untuk apa ? ”,tanyaku heran. Setelah mama mau ember penjelasan Riko datang menemuiku katanya dia ingin bicara denganku di bawah pohon sana . Setelah di bawah pohon.. “Ada apa, Rik ?”, tanyaku kepada Riko. “Ehm … gini … loh .. aku pernah bicara bahwa kita akan 1 SMP kan ? Sebenarnya tidak karena papa di pindah di Aceh.”, kata Riko dengan agak gugup. Aku langsung meneteskan air mata. “Engga mungkin … !”, kata ku sambil menangis . “Siva jangan nangis , kita kan masih bisa sms-an !?”, kata Riko. “Ta … tapi kamu kan sahabatku … kita kan selalu barengan dari kecil !”, kataku sambil menarik nafas. “Maka itu, aku ingin member ikamu kenangan yaitu liontin yang ada foto kamu sama aku, aku pakai kamu juga harus pakai, nih ?”, kata Riko sambil menjulurkan tangannya ke arahku. “makasih, tapi jangan lupain aku yah !?”, kataku sambil memakai liontinnya. “Udah, jangan nangis lagi, kamu tetep jadi Sahabat terbaikku!”, kata Riko. “Iya, tapi .. apa bener ?”, heran ku. “Iya bener !Ya, udah kita ke depan panggng aja ,yuk.”, kata Riko.
Setelah , di mobil mama berkata, “Loh , mata Siva kok mereh, kaya abis nangis?”, tanya mama. “Engga kok, engga apa-apa”, kataku terpaksa bohong. “Oh iya, tadi mama mau ngomong kalo Riko engga jadi satu sekolah sama kamu soalnya …”,Siva langsung menyela omongan mama , “udah, aku udah tau, jangan terusin lagi !”, seru aku.
Setelah di rumah, aku berbaring di kasurku memikirkan Riko sambil memegang liontin dari Riko. “ Kenapa bisa begini, akhirnya engga menyenangkan?”, tanyaku pada diri sendiri. “Liontin ini akan menjadi kenangan terindah dan tanda PERSAHABATAN aku dan Riko. “Kataku .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar